servis Vivo Y12 kerusakan Wifi dan Bluetoot Tidak berfungsi

servis Vivo Y12 kerusakan Wifi dan Bluetoot Tidak berfungsi


Solusi Vivo Y22 WiFi dan Bluetooth Tidak Bisa On: Trik Jumper Tegangan Drop VCN33

Masalah WiFi dan Bluetooth yang tidak bisa diaktifkan (greyed out atau mati total) pada Vivo Y22 merupakan salah satu kasus yang cukup sering masuk ke meja servis. Walaupun gejala awal sering dianggap akibat kerusakan IC WiFi, jangan terburu-buru melakukan reball atau mengganti IC sebelum memastikan jalur suplai tegangannya bekerja dengan normal.

Berikut adalah panduan analisis dan langkah eksekusi perbaikan hardware Vivo Y22 dengan kasus WiFi dan Bluetooth yang bermasalah akibat tegangan kerja yang drop.

Gejala & Pemeriksaan Awal Hardware

Pada kasus kali ini, perangkat Vivo Y22 mengalami kendala WiFi dan Bluetooth yang tidak dapat berfungsi sama sekali. Meskipun stok IC pengganti sudah disiapkan, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengamati kondisi fisik papan mesin (board).

Saat pengamatan fisik di area blok WiFi/Bluetooth, ditemukan adanya bekas korosi pada beberapa komponen pasif (Kapasitor dan Resistor). Adanya korosi ini menjadi petunjuk awal bahwa telah terjadi hambatan atau jalur yang terganggu akibat sisa kelembapan/cairan.

Analisis Jalur Menggunakan Borneo Schematics

Untuk memastikan fungsi masing-masing komponen pasif yang korosi tersebut, kita dapat memanfaatkan bantuan skematik:

  1. Buka aplikasi Borneo Schematics & Hardware Solution.

  2. Pilih folder brand Vivo > tipe Vivo Y22.

  3. Buka sub-folder Hardware Solution, lalu pilih file Vivo Y22_Wifi Bt GPS.PDF.

+-------------------------------------------------------------------------+
|                  SKEMA SUPLAI TEGANGAN WIFI/BT VIVO Y22                 |
+-------------------------------------------------------------------------+
|                                                                         |
|  [ PMIC / POWER IC ]                                                    |
|         |                                                               |
|         +---> VCN18_PMU (1.8V) ----------> [ IC WIFI / BT ]             |
|         +---> VCN28_PMU (2.8V) ----------> [ IC WIFI / BT ]             |
|                                                                         |
|         +---> VCN33_PMU (3.3V)                                          |
|                      |                                                  |
|                   [ C / R ] <--- Korosi & Tegangan Drop!               |
|                      |                                                  |
|                      v                                                  |
|               [ IC WIFI / BT ] (Gagal Bekerja)                          |
|                                                                         |
+-------------------------------------------------------------------------+

Pengukuran Hambatan Pasif & Tegangan Aktif

Setelah memetakan jalur pada skematik, lakukan pengukuran menyeluruh menggunakan multitester:







1. Pengukuran Hambatan Pasif

Pengukuran pada komponen pasif sekitar IC menunjukkan kondisi jalur tidak short (aman).

2. Pengukuran Tegangan Aktif

Selanjutnya, posisikan mesin dalam kondisi ON dan ukur jalur tegangan suplai utama ke IC WiFi:

  • VCN18_PMU: 1,8 V (Normal)

  • VCN28_PMU: 2,8 V (Normal)

  • VCN33_PMU: 3,3 V (Drop pada titik Kapasitor menuju IC)

Analisis Kasus:

Dari hasil pengukuran tegangan aktif, ditemukan bahwa tegangan kerja VCN33_PMU (3,3V) yang menuju ke jalur input Resistor pembagi tegangan mengalami drop saat melewati Kapasitor (C) akibat korosi. Karena tegangan 3,3V ini tidak sampai ke IC dengan sempurna, IC WiFi dan Bluetooth tidak dapat bekerja.

Eksekusi Penanganan (Jumper Jalur)

Karena sumber masalahnya terletak pada hilangnya tegangan 3,3V akibat korosi di komponen pasif dan bukan pada kerusakan IC utama, solusi efektifnya adalah melakukan jumper jalur:

  1. Bersihkan area korosi pada komponen R dan C terlebih dahulu.

  2. Lakukan jumper dari titik input R (sumber 3,3V yang normal) langsung ke titik output 3,3V yang mengarah ke IC.

  3. Nyalakan ponsel dan ukur ulang tegangan pada titik jumper tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan 3,3V sudah stabil.

Pengujian Akhir

Setelah jalur tegangan dipastikan kembali normal:

  • Pasang kembali mesin ke frame dan lakukan pengujian fitur.

  • Nyalakan fungsi WiFi dan Bluetooth di menu pengaturan.

  • Fitur WiFi dan Bluetooth Vivo Y22 langsung running, dapat mencari sinyal, dan terhubung dengan stabil.

Kesimpulan

Tidak semua kasus WiFi dan Bluetooth mati pada ponsel disebabkan oleh IC yang rusak. Pengukuran tegangan kerja (active voltage check) menggunakan bantuan skematik seperti Borneo Schematics sangat penting dilakukan terlebih dahulu. Dengan menemukan titik tegangan yang drop akibat korosi, masalah dapat diselesaikan cukup dengan trik jumper tanpa perlu mengganti IC.

#DoneBorneoSchematic #SanjayaSchematicHP

Butuh Perbaikan HP Sesuai Kasus Ini?

Konsultasikan masalah hardware/software smartphone Anda langsung dengan tim pakar Sanjaya Phone.

💬 Konsultasi Gratis